STUDI KASUS

Mobile + IoT

Boseh Bike Sharing

Sistem bike sharing kota Bandung — aplikasi pelanggan, aplikasi operasional staf, dan modul IoT di setiap docking, dibangun dari nol sebagai satu rantai yang saling mengunci.

Klien
Dishub Angkutan, Kota Bandung
Lingkup
UI/UX · Flutter · Laravel · IoT
Status
Beroperasi di 20 shelter
Boseh Bike Sharing
20Shelter aktif di Kota Bandung
±200Docking dengan modul kunci sendiri
2Aplikasi Flutter: pelanggan & staf
4Disiplin dalam satu tim: UI/UX, mobile, backend, IoT

The problem

Sepeda publik gagal bukan karena aplikasinya jelek, tapi karena rantainya putus: pengguna tidak tahu sepeda mana yang benar-benar tersedia, docking tidak melaporkan keadaannya, dan petugas lapangan tidak punya alat untuk membereskan kasus yang nyangkut.

The approach

Satu sumber kebenaran: status setiap sepeda ditentukan oleh docking, bukan oleh tombol di aplikasi. Aplikasi pelanggan dibuat sesederhana mungkin, dan semua kondisi menyimpang dialirkan ke aplikasi staf sebagai pekerjaan yang jelas.

The build

Dikerjakan Digture dari base: desain UI/UX, dua aplikasi Flutter, backend Laravel, dan modul PCB per shelter serta per docking yang dirancang dan diprogram sendiri oleh tim IoT.

01

Customer flow

Sepuluh layar, dari masuk akun sampai bukti transaksi. Jalur utamanya sengaja pendek: pilih shelter, pilih sepeda, buka kunci, jalan, kembalikan.

Masuk
Masuk
Email dan password, satu tombol. Pendaftaran diarahkan ke booth registrasi resmi.
01 / 10
02

Staff operations

Aplikasi petugas shelter: check-in, kondisi armada, aktivasi pelanggan, dan penanganan permintaan bantuan sampai transaksi ditutup — termasuk yang harus diselesaikan manual di lapangan.

Beranda petugas
Beranda petugas
Satu layar untuk transaksi, pelanggan, armada, dan bantuan — dibuka dengan check-in shift.
01 / 08
03

Architecture

Empat lapis yang harus sepakat sebelum sebuah sepeda berpindah tangan. Docking adalah hakim terakhir: kalau ia tidak melaporkan sepeda masuk, transaksi tidak ditutup.

Batch papan kontrol docking yang dirancang, dirakit, dan diprogram sendiri oleh tim IoT Digture — relay kunci, step-down daya, dan modul ESP untuk pelaporan status ke backend. Satu papan untuk setiap docking di 20 shelter.

Layar informasi di tiap shelter: nama dan alamat lokasi, status setiap docking (siap, terisi, kosong), indikator koneksi server, dan QR untuk membuka aplikasi — dibaca langsung dari modul docking di shelter itu.

Layer 01

Aplikasi pelanggan (Flutter)

Peta shelter, pemilihan docking, buka kunci berbatas waktu, riwayat rute, dan pusat bantuan. Semua status ditarik dari backend — tidak ada keputusan lokal.

Layer 02

Aplikasi staf (Flutter)

Check-in shift, kondisi armada per shelter, aktivasi pelanggan, pengambilan manual, dan penyelesaian tiket bantuan sampai transaksi tertutup.

Layer 03

Backend (Laravel)

Sumber kebenaran transaksi, tarif, status sepeda, dan tiket. Menjembatani perintah aplikasi dengan laporan perangkat, serta menyimpan jejak audit tiap perpindahan sepeda.

Layer 04

Modul IoT (PCB shelter & docking)

Papan kontrol per shelter dengan keypad dan LCD untuk mode servis, plus modul kunci per docking. Docking yang melaporkan sepeda masuk adalah satu-satunya alasan transaksi boleh ditutup.

04

Results

Rantai yang tidak bisa dibohongi

Transaksi hanya tutup kalau docking setuju. Sepeda hilang atau nyangkut jadi kasus yang punya pemilik, bukan selisih angka.

Petugas punya jalan keluar

Setiap kegagalan pengguna punya padanan tindakan di aplikasi staf: ambil manual, kembalikan ke staf, atau tutup dengan catatan.

Lapangan ikut bicara

Foto bukti di tiket bantuan mempercepat perbaikan modul docking tanpa harus menerjunkan teknisi lebih dulu.

Siap direplikasi

Pola shelter-docking-modul yang sama dipakai di 20 lokasi, sehingga penambahan shelter baru hanya soal pemasangan dan pendataan.

Dikerjakan end-to-end oleh Digture

Desain, aplikasi pelanggan, aplikasi staf, backend, dan perangkat docking — satu tim, satu rantai tanggung jawab.